Feeds:
Posts
Comments

Pagi ini pergi rame-rame sama temen kantor untuk makan BM alias Bubur Menado di depan UNDATA. Yach, walaupun sejujurnya aku bukan penggemar bubur (segala macam bubur kecuali bubur kacang ijo.. :p), aku ikutin juga ajakan Mba Dian untuk rame-rame ke sana. Lumayan, sarapan rame-rame sama temen-temen. Di jalan aku memandang kios-kios tempat orang berjualan accecoris ponsel yang biasa dihiasi dengan spanduk, poster, sticker, hingga cat dengan theme operator seluler yang semakin lama semakin sengit berebut lahan berkespresi, yang lebih dikenal sebagai “branding

Ya, di situ terpampang juga hasil karya dan jerih payah temen sekantorku Robert dan Ida. Persaingan sekarang memang semakin hari menjadi semakin sengit, di kala pertumbuhan jumlah pengguna baru ponsel mulai rendah, maka pangsa pasar yang diperebutkan menjadi semakin mengerucut. Ya, pangsa pasar yang diperebutkan itu adalah pelanggan yang tidak setia a.k.a pelangga sekali pakai. Kemudian saya mulai mengamati apakah benar pangsa pasar bidikan Flexi benar-benar berbeda dengan pangsa pasar TELKOMSEL?

Hmm, mari kita cermati. Mungkin untuk daerah yang sudah dilayani oleh banyak operator baik berteknologi GSM atau CDMA, pangsa pasar Flexi tidak bersinggungan dengan TELKOMSEL. Namun ketika kita berada di daerah terpencil dengan jumlah operator telekomunikasi yang terbatas, apa iya pangsa pasarnya bisa dibedakan dengan jelas? Pasti ada gesekan lah…

Untuk daerah Jawa mungkin memang benar FLexi menemukan saingan yang seimbang, dengan teknologi yang sama seperti StarOne, Fren, dan Esia. Sekarang untuk daerah luar Jawa yang hanya didominasi dengan 3 operator GSM terbesar dengan konfigurasi TELKOMSEL-INDOSAT-XL, walau lebih banyak yang didominasi TELKOMSEL, Flexi pasti tidak menemukan lawan se-teknologi. Hasilnya, diapun harus bertarung dengan 3 operator tersebut, termasuk anak perusahaannya sendiri…

Sebenarnya opini saya ini bisa dengan gampang dipatahkan jika saja setiap pelanggan yang sudah menjadi pengguna salah satu dari 3 operator GSM kemudian membeli handset baru CDMA ketika ingin menggunakan Flexi. Bener khan? Yach, ini hanya sekedar opini saya saja yang membayangkan ketika ada seorang calon pelanggan baru yang akan membeli handset baru. Bisa saja dia tidak membeli handset GSM dan menggunakan layanan salah satu dari 3 operator besar, dan justru membeli ponsel bundling yang semakin gencar digelontorkan operator CDMA baik Flexi maupun Esia.

Just another opinion of mine…

Regards,

Riyantoro

Air Terjun Wera

dsc01100

Liburan lumayan panjang, akhirnya ada kesempatan untuk berjalan-jalan dan melakukan refreshing.
Hhmm…

dsc01124

Wah, walau harus berjuang sepenuh tenaga untuk mencapai air terjun ini, tetapi rasanya memang puas dan terobati keringat yang harus dikeluarkan dengan pemandangan yang dahsyat ini. Pemandangan masih asri dan alami, air terjun dengan ketinggian 20-an meter ini masih belum terjamah tangan jahil manusia. Memang akses ke air terjun ini masih sangat kurang bagus, jalan masih seadanya. Namun justru itu menjadi tantangan tersendiri karena kita harus mendaki tebing terjal, menerobos semak belukar, dan juga menyeberangi sungai Wera itu sendiri.

Kalo pihak terkait bisa membangun akses jalan yang lebih baik dan diikuti dengan promosi yang lebih gencar, saya yakin air terjun ini bisa menjadi alternatif rekreasi keluarga andalan di area Palu. Hmm….

Satu yang disayangkan, kemaren gak sempat mandi-mandi di dinginnya air terjun karena gak semua temen-temen bawa ganti. Padahal kayaknya bakalan asyik kalo bisa mandi-mandi. Airnya dingin bener, Tawangmangu aja kalah dingin. Airnya juga lebih deras, dibandingkan dengan ketika saya dulu maen ke Tawangmangu tentunya. Plan saya sih, kalo besok ada waktu ke sana lagi, bakalan bawa bekal dan baju ganti biar bisa maen seharian mpe puas….

Salam Hangat,

Riyantoro

Berjuang Selagi Muda

Ford Ranger at Bukal

Ford Ranger at Bukal

“Masa muda adalah masa perjuangan agar di masa tua kelak kita masih bisa menikmati hidup”
Setujukan Anda dengan kalimat ini? Hmm, kalo saya pribadi memang sedang berkelana, entah sampai kapan petualangan di pulau seberang ini akan saya lanjutkan. Tapi so far so good lah :) Ini gambar saya pas mejeng sama mobil andalan, Ford Ranger. Lagi ngecek site baru di atas gunung, kalo gak bawa Ranger 4WD gak yakin bisa naik sampe atas. Ini aja dibantu mendaki jalan kaki untuk mengarahkan mobil yang harus melewati jalan yang lebih parah dari sungai kering.

Habis liat foto ini baru nyadar kalo aku makin kurus.. Hehehe Kapan ya aku bisa gemuk? Padahal makan dah lumayan banyak, cuman frekuensi gak menentu. Kadang kalo lagi sempet ya makan 3 kali tapi lebih sering makan sehari cuman 2 kali. Kadang males juga cari makan soalnya. Yang jelas di Sulawesi ini aku dah eneg sama namanya ikan bakar! Kalo jalan keluar kota, entah ke Poso, Santigi, Tolitoli, Buol, ato Luwuk, makanan yang paling banyak tersedia ya ikan bakar. Cari yang goreng aja gampang-gampang susah. Ikan dech…

Ternyata sesampai di sitenya, kondisi site parah. Instalasi Civil-nya masih amburadul. Ditambah bagian Electrical juga masih belum beres dan asal-asalan, terkesan asal hidup aja. Hmmm, payah juga nih vendornya. Kerjaannya gak becus!

Site Condition

Site Condition

Khabar terakhir yang kudengar kemarin, genset vendor ini dilemparin baru sama orang gak dikenal dan akhirnya gak bisa beroperasi hingga sekarang. Ada dua hal yang terpikirkan:
1. Salah kalian sendiri kerjaan civil dan electrical gak diselesaikan dengan baik, jadinya kena batunya
2. Koq orang2 daerah situ yang telah melakukan perbuatan gak bertanggung jawab itu bodoh banget
ya?? Jelas-jelas cuman BTS ini yang menyediakan jaringan telekomunikasi di daerah situ. How stipid
you are!!

Berbagi Kegembiraan

Tiada yang lebih indah selain masa-masa bersama teman-teman. Setelah beberapa waktu terpisah dengan teman-teman kuliah, teman SMA, akhirnya aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman yang baru. Tetap semangat yach…

Ayo sini-sini foto bareng

Ayo sini-sini foto bareng

Rame-Rame

Rame-Rame

Jalan-jalan

Jalan-jalan

Dengan lulusnya kita dari tahapan pembelajaran di sekolah, entah sampai tahap SMA, Diploma, atau kalau Anda termasuk orang yang beruntung, tamat S1/S2, adalah masa di mana kita akan segera memasuki dunia yang baru, DUNIA KERJA. Dulu, ketika saya masih sibuk kuliah, rasanya sangat ingin cepet lulus dan segera mendapatkan pekerjaan, intinya cuman satu, pengen cari duit sendiri dan gak merengek-rengek minta duit jajan sama bokap nyokap hehe.

Setelah berjuang dari tahun 1990 – 2007 untuk duduk di bangku pendidikan dan ndengerin pelajaran walau kadang banyak mbolos dan tidur pas di SMA dan kuliah, (hehe masa SMA tetep masa paling uenak! :p) akhirnya November 2007 kemaren dapet gelar sarjana juga. Hmm, pas hari H sih seneng dan bergembira ria layaknya orang yang baru saja lepas dari belenggu selama puluhan tahun, berlebihan banget nggan sih? Tapi kalo diitung-itung, dah 17 tahun man aku menjalani proses belajar di sekolah hahahaha, lama juga ya. Kalo diitung-itung berapa tuh duit yang udah diinvestasiin bokap nyokap gw? Ya semoga nggak sia-sia lah investasi mereka, karena beliau-beliau pernah berpesan, dan sampai sekarang sih masih terngiang. Nak, kami nggak bisa mewariskan harta yang melimpah, bersekolahlah setinggi mungkin, hanya itu yang bisa kami beri untuk bekal hidupmu kelak

Man, dalem banget ternyata setelah dihayati sekarang. Dulu sih mana gw pikirin, nggih-nggih aja lah hahaha. Tapi aku lulus S1 dah bosen tuh, ditawarin kalo mau lanjut S2, STOP, alias NO WAY! Capek Bu sekolah terus. Tangan juga dah gatal pengen pegang duit sendiri hhihii. Singkat cerita awal Desember 2007 aku mulai bekerja, hiks, di awal nyesel juga karena terlalu cepet bekerja, masih pengen bebas dan bersenang-senang rasanya.

Dan dari situlah mulai sadar, betapa masa sekolah dulu adalah masa yang uenak tenan! Ternyata gak selamanya bekerja dan mendapatkan gaji itu enak dan menyenangkan hati lho. Hiks, kerja itu ada resiko dan tanggung jawab yang senantiasa harus dijalani. Wah, gak sehijau dan semenarik ketika aku liat orang kerja dulu pas masih kuliah euy… Tapi masih harus disyukuri.

Seperti masa lulus sekolah dulu, di mana aku apply kuliah ke berbagai kampus, akupun apply lamaran kerja ke mana-mana. Kalo kira-kira menarik hati langsung gw hajar! Hahaha, hasilnya sama persis kayak aku milih tempat kuliah dulu. Kalo lulus SMA 3 Padmanaba dulu aku bingung milih UGM, Sekolah Telekomunikasi X, Akademi Mesin X, atau Sekolah Akuntansi X, sekarang aku juga harus milih dari beberapa perusahaan yang memanggilku. Hmm, aku memulai debut karir di subkon telekomunikasi dengan taktik untuk memperkaya pengalaman dan juga tetap menggeluti dunia telekomunikasi, RF Engineer.

Beberapa bulan berselang aku pindah ke operator, tapi apa mau di kata lokasi penempatanku lumayan jauh euy… Semua harus disyukuri dan diambil hikmahnya. Kalau nggak begini, aku gak akan punya cerita untuk anak cucuku, bagaimana situasi di Sulawesi, bagaimana pemandangan di sini yang ternyata masih sangat alami dan indah. Tetapi muncul juga kesadaran bahwa pembangunan Indonesia masih terlalu tersentralisasi di pulau Jawa.. Kasian juga rakyat yang ada di kawasan terpencil dan daerah yang belum maju ini. Kapan ya pembangunan akan merata? Soon, hope so.. :)

Well, back to topic soal gimana sih menyikapi persaingan kerja yang semakin sengit? Ingat aja pas kita lulus atau justru sebelum lulus. Apa kita lulus dah punya bekal untuk menjual diri? Saat kita melakukan interview pekerjaan nanti, kita harus punya nilai yang bisa kita jual kepada pewawancara kita. Kalo aku dulu sih menjual diri dengan pengalaman kerja part time dan penguasaan software TEMS-Map Info. Mungkin belum terlalu banyak, tapi dari riwayat kuliahku bisa dilihat bahwa selama kuliah aku ngga cuman kuliah dan pacaran saja hehehe, aku masih sempat bekerja paruh waktu dan juga mencari pengalaman kerja di beberapa tempat. Nah dari situ keliatan khan aku bisa membagi waktu?

Saat kita diinterview nanti, kita harus bisa menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru (easy adapted, ini selalu ada dalam CVku! :D ), kita adalah pribadi yang selalu ingin berkembang walaupun dengan peluang yang sekecil apapun. Seorang Bos pasti mencari anak buah yang smart, yang punya keinginan untuk terus berkembang, ingat itu.. Jangan lupa untuk meyakinkan calon bosmu bahwa kamu adalah sosok calon karyawan yang smart dalam menyelesaikan setiap permasalahan dan juga smart dalam mengatur waktu. Jangan lupa sertai dengan contoh-contoh pengalamanmu dalam me-manage waktumu dengan hasil yang memuaskan, misalnya kamu mampu bekerja part time saat kuliah dengan menyisihkan 5 jam sehari 6 kali seminggu tapi tetep berprestasi akademik bagus dibuktikan dengan nilai IPK mu. Jangan lupa juga sertakan uraianmu tentang kemampuanmu untuk me-manage orang, kemampuan untuk mengatur orang, walaupun bukan bawahan, misal dalam kepanitiaan, sudah mampu menunjukkan bahwa kita punya naluri untuk memimpin.

Itulah sebabnya saya sangat menyarankan adik-adik yang masih berkuliah atau sekolah untuk mengisi waktu dengan sebaik-baiknya. Saya tidak menyalahkan temen-temen yang suka nongkrong sama temen-temen satu geng, menikmati masa muda dengan jalan-jalan hingga larut malam. Tapi ketika sudah akan memasuki masa pencarian kerja, akan mulai terasa betapa waktu sekolah/kuliah bukan hanya masa untuk mengerjakan tugas, masa untuk belajar ketika akan ujian dan sebagainya. Dulu saya mulai ada keinginan untuk mencari pengalaman kerja yang sesungguhnya ketika mulai masuk semester 6.

Walau di semester 3-4 saya sudah mencari pengalaman belajar TEMS dan Drive Test di XL, namun saya masih tertantang untuk mencari pengalaman kerja lain. Ya karena pengen juga dapet duit tambahan hehe. Ada banyak kegiatan koq yang positif, tapi silahkan pilih kegiatan yang emang menambah value Anda, misalnya ambil kursus komputer, magang di suatu instansi, ambil sertifikasi CISCO, jadi mentor di tempat les, atau bisa juga part time di ISP. Semua itu akan memperkaya pengalaman dan kemampuan kita. Kalo di lingkungan kampus, tentu yang paling gampang jadi asisten di laboratorium atau asisten dosen. Jadi peneliti muda di Lab juga tantangan yang menarik koq. Atau, aktif mengikuti lomba penulisan essay bermutu yang sering diadakan instansi maupun kampus.

Ya, sebenarnya tidak perlu uraian sepanjang ini untuk memahami betapa pentingnya mengisi waktu di masa kuliah kita. Dan sebenernya IPK yang terlalu tinggi kadang justru jadi bumerang bagi kita sendiri ketika menghadapi pewawancara. Calon bos kita ini pasti akan bertanya-tanya, nih anak dapet IPK 3,9 lulus hanya dalam 3,5 tahun untuk mendapatkan gelar S1 misalnya, selam kuliah jangan-jangan nih anak cuman belajar dan ke kampus tanpa ada waktu untuk bersosialisasi dan mengembangkan diri. Itu sebabnya gak semua temen-temen yang punya IPK sangat tinggi bisa mendapatkan pekerjaan terbaik atau idaman banyak orang. Cukuplah IPK 3,5 atau 3,6 (wueks! padahal IPK ku aja mepet Om hwekkekeke). Yang penting sih IPK 3,00 lebih dan punya value added yang membedakan kita dengan pelamar lain. Kebanyakan perusahaan sekarang sih masih mensyaratkan nilai IPK minimal 3,00 tetapi ada beberapa perusahaan yang dibanjiri peminat harus menaikkan nilai IPK minimal semata-mata untuk membantu mensortir pelamarnya.

Bukan berarti temen-temen yang punya IPK di bawah 3,00 gak berkompeten, namun pihak HRD biasanya gak mau ambil pusing untuk melakukan seleksi hingga ribuan calon karyawan dan cara yang paling praktis dan namun sadis adalah dengan melakukan sorting berdasarkan IPK. Nah itu sebabnya kita harus berjuang untuk ada di zona aman, 3,00 ke atas. Makin mendekati 3,5 sih makin aman. Kalo gak salah Chevron malah masih mensyaratkan IPK 3,5 lho. Emang peminatnya bejibun sih, jadi ya gimana lagi hehehe.

Hmm, apa lagi ya? Bingung nih mau nulis apalagi, mungkin itu saja dulu dech. Besok kalo ada ide lagi dilanjut. Tetap semangat dan terus berjuang!!!
Salam,

Riyantoro

ATP, kependekan dari Acceptance Test Procedure, adalah salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum pihak vendor menyerahkan hasil pekerjaannya kepada pemberi kerja. Tahapan ini penting untuk memastikan bahwa apa perangkat yang diinstall sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah disetujui sebelumnya.

Minggu lalu aku berkesempatan untuk mewakili Bos untuk ATP di sarana penunjang di beberapa hop backbone di area Poso. Hmm, lumayanlah nambah pengalaman dan jam terbang. Walaupun perangkat yang diinstall cuman sarana penunjang untuk expansi penambahan kapasitas backbone, namun aku cukup menikmati dan menjalankan ATP dengan cermat.

Aku bertugas untuk memastikan bahwa semua perangkat yang telah dipasang oleh pihak vendor telah sesuai dengan spesifikasi yang disetujui sebelumnya.

Poso City from Buyumboyo

Poso City from Buyumboyo

Kali ini aku melakukan ATP sarpen di 5 titik di sepanjang Poso – Parigi dengan 3 BTS yang harus kupanjat untuk memastikan hasil instalasi pihak vendor. Lumayan, tapi dengan pemandangan yang indah-indah itu, rasanya gak menyesal koq harus berkeringat memanjat tower 82 m, bahkan yang terakhir 101 m lho.

So far so good lah.. :D

Danau Poso View

Danau Poso View

Dalam pelaksanaannya, ATP memerlukan ketelitian dan juga koordinasi yang baik dengan vendor. Kita tidak boleh lupa bahwa kita bertugas untuk melakukan pembuktian tentang kebenaran proses instalasi perangkat-perangkat itu. Ada yang bisa sharing lebih banyak soal ATP? Aku yakin banyak temen-temen yang udah pernah melakukan ATP beberapa kali. Maklum, gw masih newbie dan baru sekali ini ikutan ATP.
Best Regards,
Riyantoro
Were together, 1 team!

We're together, 1 team!

We’re together, 1 spirit, 1 vision, 1 team!

Integrity, Profesionalisme, Team Work, and Customer Intimacy

Jika kita ingin menghitung kapasitas suatu BTS dalam melayani pelanggan, maka kita harus memperhatikan berapa jumlah TRX (Transmitter dan Receiver) yang digunakan dalam tiap sektornya. Perhitungan ini adalah perhitungan secara teoritis karena kondisi di lapangan akan sangat tergantung dengan kondisi jaringan dan perilaku pelanggan.

Dengan asumsi tiap BTS menggunakan antenna sektoral, maka kita memiliki 3 sektor dalam setiap BTS yang akan kita kalkulasi kapasitasnya. Setiap TRX yang digunakan akan mampu meng-handle 8 timeslot, masing-masing timeslot/kanal ini akan diduduki oleh satu panggilan/pembicaraan pelanggan.

Jika operator menggunakan konfigurasi 4×4x4, maka tiap sector di isi dengan 4 TRX sehingga perhitungan bisa dilakukan sebagai berikut:
1 sektor terdiri atas 4 TRX
1 TRX ==> 8 timeslot
4 TRX ==> 8 x 4 = 32 timeslot
Catatan, setiap sektor membutuhkan 1 kanal BCCH (Broadcast Control Channel) dan 1 kanal SDCCH (Standalone Dedicated Control Channel) yang berguna dalam broadcast sinyal dan juga mengatur panggilan setiap pelanggan

Jadi, 1 sektor yang terdiri atas 4 TRX mampu melayani 32 – 2 = 30 panggilan secara teoritis. Maksud dari istilah kapasitas secara teoritis di sini karena masih ada faktor interference, blocking, congestion, dsb. Di sinilah sentuhan seorang engineer Optim sangat berpengaruh. Konfigurasi 4×4x4 adalah konfigurasi yang paling sering dipakai, karena selain kapasitasnya besar, konfigurasi ini juga cukup handal untuk aplikasi di daerah rural maupun urban, walaupun kadang dikombinasikan dengan teknologi lain, misal GSM-DCS. Dengan demikian kita sekarang bisa tau khan kapasitas setiap sektor BTS dengan konfigurasi 4×4x4? Semoga membantu..

Nah, sekarang kita juga bisa menghitung kapasitas 1 BTS langsung, misal untuk BTS dengan 3 sektor, antenna GSM only konfigurasi 4×4x4. Kita tinggal mengalikan kapasitas yang kita hitung di atas.

Kapasitas 1 BTS, terdiri atas 3 antena sektoral yang didukung 4 TRX per antenna:
30 x 3 = 90 kanal pembicaraan

Perhitungan akan sama, jika kita juga menambahkan BTS dengan sistem DCS, menjadi satu dalam 1 menara pemancar kita. Konfigurasi ini biasa digunakan oleh operator untuk menghemat biaya pendirian tower baru, dengan memanfaatkan pita frekuensi DCS. Ini hanya berlaku untuk operator yang memiliki lisensi di pita frekuensi GSM 900 dan DCS 1800 lho ya.
Jadi hasil akhir untuk kombinasi GSM-DCS dalam satu menara pemancar, akan menghasilkan kemampuan untuk melayani pelanggan sebanyak 180 pembicaraan. Dengan syarat bahwa baik untuk BTS GSM maupun DCS sama-sama menggunakan konfigurasi TRX 4×4x4.

Untuk operator di luar 3 operator seluler terbesar Indonesia (Telkomsel, Indosat, Excelcomindo Pratama), hal ini tidak dimungkinkan mengingat Axis hanya memiliki lisensi DCS-1800, HCPT memiliki lisensi di frekuensi 900 dan 1800 juga kalau tidak salah (mohon koreksi untuk operator ini, sumber yang kumiliki validitasnya kurang ☺).

Konfigurasi terakhir, untuk meningkatkan kapasitas suatu BTS adalah dengan menggunakan pita frekuensi 3G (UMTS-2100). Walaupun penambahan ini masih sangat tergantung dengan kapasitas handset pelanggan, namun untuk kota-kota besar, solusi ini sangat memungkinkan karena di kota besar biasanya handset pelanggan yang memiliki kemampuan 3G sudah relatif banyak jumlahnya. Normalnya, handset yang dimiliki oleh pelanggan adalah handset dual-band GSM-900 dan DCS-1800 atau triple-band GSM-900, DCS-1800, dan PCS-1900. Hal ini dikarenakan dari pihak produsen handset sendiri, teknologi yang masih lazim disuntikkan adalah kombinasi dari ketiga frekuensi tersebut di atas, selain kombinasi dengan teknologi 3G tentunya.

Nah, jika kita mengkombinasikan GSM-DCS dengan konfigurasi TRX 4×4x4 kita dapatkan kapasitas pelayanan panggilan sebesar 180 kanal pembicaraan, berapa yang akan kita peroleh dengan menambahkan satu node-B? Seperti kita tau, UMTS merupakan pengembangan teknologi CDMA pita lebar. Jadi di sini kita tidak bisa melakukan perhitungan secara langsung, karena kapasitas sistem pada node-B akan tergantung dari jumlah pelanggan yang dilayani. Semakin banyak pelanggan yang menggunakan,maka kualitasnya akan menurun sampai di titik tertentu sebelum sistem menyatakan diri penuh dan menolah original call yang mencoba masuk.

Namun yang jelas, dengan menambah node-B, maka kapasitas suatu BTS akan meningkat drastis, karena pelanggan yang menggunakan handset 3G bisa diarahkan untuk menggunakan jaringan 3G, sehingga mengurangi beban jaringan GSM-DCS yang bisa dikonsentrasikan untuk pelanggan dengan handset yang belum support teknologi 3G.

Dari pelosok negeri,
Riyantoro

Berapa lama kita menganggur sebelum mendapatkan pekerjaan?
Berapa lama kita mengganggur sebelum mendapatkan pekerjaan idaman, yang diimpikan sejak masa kuliah atau bahkan sejak masa sekolah dulu?

Pertanyaan-pertanyaan ini tiba-tiba saja membayangi benakku 2 belakangan ini. Mungkin benar bahwa aku baru saja mulai terjun ke dunia kerja. Tapi bayangan masa penantian kerja masih terbayang dengan jelas, terlebih setelah dalam 2 hari ini.

Working at site

Aku tersadar pertama ketika sore-sore ada temenku yang notabene memilih karir di jalur mulia ( baca: dosen), melakukan wawancara online tentang masa penantian alumnus-alumnus dari kampus UGM tercinta, sebelum mendapatkan pekerjaan pertama. Tentunya perhitungan dimulai dari waktu alumnus-alumnus ini diwisuda dan dilepas pihak kampus untuk berburu pekerjaan, bersaing keras dengan alumnus dari kampus lain.

Sedikit ngobrol-ngobrol online sama temenku yang jadi dosen ini, dia ternyata lagi melakukan survey kecil-kecilan tentang tenggang waktu yang dibutuhkan para alumnus sebelum mendapatkan pekerjaan mereka. Memang nggak gampang untuk bersabar menunggu sampai kita mendapatkan pekerjaan idaman kita. Kadang kalau penantian sudah terlalu lama dan mental kita kurang kuat, tak jarang kita merasa stress dan depresi merasa useless dan rendah diri. Kalo hal ini sudah terjadi, berabe bener karena jadinya kita akan menurun kemampuan untuk menjual diri di depan pewawancara dan dengan sendirinya kita juga akan kehilangan motivasi sehingga kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi semakin kecil.

Dini hari ini, tiba-tiba saja ponsel kesayanganku berdering dengan keras. Aku terbangun dari tidurku yang lelap karena kecapekan semalam begadang sampai jam 1.00. Aku lihat nama yang memanggil, oh temenku, cewek alumnus universitas mentereng di Bandung. Hmmm, aku masih pingin tidur dan belum bener2 terjaga males bener angkat tuh telepon. Setelah mati beberapa lama dering ponselku, aku merasa aneh dan curiga aja jam 03.30 dinihari begini koq tumben tiba-tiba menelpon, pasti ada masalah nih, pikirku

Akhirnya aku telepon balik dech, begitu nyambung doi langsung menjawab dengan suara khasnya, sambil berkeluh kesah. Duh, ini dinihari lho, koq malah nangis-nangis. Aduh buyar dech semua mimpiku hehe

Selidik punya selidik ternyata dia lagi merasa tertekan banget karena sampai sekarang masih belum menemukan pekerjaan yang pas dan cocok dengan kriterianya. Duh, kasian juga sih tapi bagaimana lagi, aku cuman bisa bilang mungkin belum ada rejeki itu aja. Aku coba menghibur dan memberikan semangat agar dia termotivasi lagi. Aku tau dia lagi down banget saat ini, tapi sangatlah penting untuk memupuk motivasi dan semangat untuk terus berjuang hingga menemukan pekerjaan yang terbaik dan cocok dengannya.

Mungkin dari sini bisa ditarik sedikit kesimpulan, bahwa persaingan untuk memperoleh pekerjaan semakin lama memang semakin keras. Bukan tidak mungkin bahwa kita akan mengalami depresi kalo kita tidak punya mental yang kuat dan juga bekal yang cukup untuk berkompetisi memperebutkan lapangan pekerjaan yang semakin lama semakin sengit. Ada baiknya untuk para newbie dalam dunia pencari kerja, untuk terus belajar, baik tips-tips untuk menghadapi interview, maupun tips untuk menghadapi pewawancara( baik HR maupun User).

Jangan takut untuk mencoba, karena setiap kali kita mengikuti wawancara, maka kita akan semakin terasah kemampuan untuk menghadapi wawancara berikutnya! Jadikan test dan wawancara sebelumnya sebagai pengalaman dan guru yang paling berharga untuk test berikutnya. Teruslan memperbaiki kemampuan untuk menjual diri di depan pewawancara (tentu menjual diri dalam makna positif! :p)

Ayo semuanya, tetep semangat!!

Salam,

Riyantoro

Sore ini aku dikagetkan dengan keanehan laptop kesayanganku, Acer Travelmate 3250NWXCi, yang telah menemani perjuangan sejak aku magang di Chevron Rumbai hingga sekarang bekerja ini. Pas lagi asyik2nya maen, tiba-tiba layar laptopku nge-hang dan tidak menampilkan gambar sebagaimana mestinya. Yang ada hanya warna abu-abu tanpa ada gambar yang bisa dilihat.

Acer Travelmate 3250

Busyet!!! Panik dah aku jadinya karena baru pertama nih kejadian kayak begini. Karena tombol Windows+D juga tidak bisa membantu, bahkan kombinasi Ctrl+Alt+Del pun tidak mampu mengatasi masalah pada laptop tercinta, akhirnya tombol ajaib, tombol Power terpaksa aku pencet beberapa detik. Maafkan aku sayang, aku berbuat kasar padamu…

Setelah itu aku coba booting lagi seperti biasa, saat masuk ke windows lagi, hal yang sama terjadi, layar nge-hang dan tidak mampu menampilkan gambar dengan normal. Settt, gimana nih? Makin panik aja jadinya. Gak habis akal, aku coba booting ulang dan kali ini masuk ke Linux Fedora yang aku miliki, berharap kalau tidak ada masalah, berarti kemungkinan kesalahan ada pada OS Windows XP SP2 ku. hmm, setelah booting Linux beberapa saat, ternyata saat mau masuk halaman login Linux, kejadian tadi terulah kembali. Oh my God, kenapa lagi nih? Bener2 panik jadinya karena tidak ada lagi solusi yang mampu aku pikirkan.

Akhirnya sambil menenangkan hati yang galau, aku lepas batere laptop dan mencoba mendiamkannya biar dingin dahulu karena laptop ini biasa aku paksa bekerja 20jam-an sehari. Kejam memang, tapi tuntutan lingkungan kerjaku emang gitu. Belum lagi laptop ini sering kubawa-bawa ke site untuk troubleshooting site yang jatuh ataupun masalah di jaringan. Setelah aku tinggalin agak lama, sekitar 30-an menit, aku kembali menengok laptopku.

Kali ini aku coba menyalakan laptop tanpa pake batere, setelah sebelumnya aku coba membersihkan fan fi bagian bawah laptop karena mulai berdebu tebal. Kemudian, jreeeng!!! Hmm, 10 menit pertama it’s ok n there’s nothing happen. Ah leganya, karena 1 jam kemudian sampai sekarang gak ada masalah yang muncul lagi. Tapi tetep aja belum ada solusi yang kutemukan, apakah karena kepanasan?

Aku sudah stress aja mikirin kalau-kalau kerusakan VGA yang jadi penyebab. Karena kalau yang bermasalah VGA, otomatis aku harus ganti motherboard, wuih, tadi hunting di Google aja 2,5 jutaan cuman motherboardnya. Itu belum termasuk lamanya nunggu sparepart datang dari Jakarta. Yach, semoga gak muncul lagi masalahnya. Tetep sehat ya laptopku sayang, aku masih sangat membutuhkanmu….

« Newer Posts - Older Posts »