Artikel ini pernah saya buat sepulang training dari negeri seberang, tetapi karena alasan waktu dan kesempatan untuk menulis di blog ini yang selalu kurang maka baru sekarang saya selesaikan, justru ketika perang tarif antar operator telekomunikasi seluler semakin seru
Ya, pertanyaan ini baru saja mengemuka sesaat setelah saya merasakan sendiri tarif telekomunikasi seluler di negeri orang. Memang baru satu negara yang dijadikan komparasi, namun hal itu tidak menutup kemungkinan untuk dijadikan pembanding karena toh saya cuman membuat statement, siapa bilang tarif telekomunikasi seluler di tanah air mahal?
Setelah hampir 2 minggu lamanya merasakan layanan 2 operator seluler berbeda di Shanghai, rasanya tarif di negeri kita tercinta ini jauh lebih murah terlebih dengan adanya promo-promo gila-gilaan dari tiap operator yang berlomba-lomba untuk menarik minat pelanggan. Bayangkan saja sebagai komparasi, di sana pulsa senilai 50 RMB hanya bisa dipakai dalam beberapa menit saja untuk menelpon ke sesama pelanggan di sana. Saya memang sengaja menggunakan nomor lokal sana untuk berkomunikasi dengan teman-teman sesama peserta training karena saya pikir lebih murah, dan kalopun saya menggunakan nomor dari Indonesia tentunya terkena roaming
Selidik punya selidik, setelah menggunakan beberapa kali panggilan dan sms, ternyata pulsa 50RMB tidak cukup untuk 4 hari karena keburu habis dan terpaksa harus melakukan isi ulang. Untungnya untuk komunikasi ke Indonesia saya menggunakan VoIP sehingga bisa lebih murah. Tidak terbayang jika saya harus menggunakan nomor sana untuk melakukan panggilan ke Indonesia, bisa habis uang saku hanya untuk menelpon hehe
Kesimpulannya, nikmatilah perang tarif yang masih sengit terjadi di Indonesia. Sebagai pelanggan kita sangat diuntungkan dengan adanya persaingan antar operator yang semakin sengit, tinggal bagaimana kita menyiasati dan mengambil keuntungan dari tiap promo yang diluncurkan. Misalnya untuk menelpon teman yang menggunakan nomor A, kita gunakan skema tarif/bonus si operator A dan mungkin untuk sms kita bisa memilih nomor operator B. Intinya kita pakai nomor yang memberikan skema tarif paling menguntungkan untuk kita tetapi tetap dengan kualitas network yang masih oke. Mau tidak mau kualitas network pasti akan terpengaruh oleh promo-promo yang gencar diluncurkan oleh masing-masing tim sales tiap operator.
Hari gini nelpon mahal?
Salam,

he..he..
saya juga pernah nguli di negeri tetangganya Iraq, disana tarif telepon selular lumayan mahal, beda banget dengan di tanah air ^_^
Wah kerja jadi apa di sana Mas?
Sharing pengalaman dong di sini
Yup, apalagi sekarang, dah makin murah aje tarifnya