Pesatnya perkembangan dunia telekomunikasi dewasa ini sudah mengarahkan pelanggan tidak hanya sekedar menikmati layanan voice dan sms, namun juga layanan data. Dimulai dengan layanan GPRS, dilanjutkan EDGE, 3G, HSDPA, dan akhirnya sekarang era LTE mulai berkembang.
Dalam artikel ini kita tidak akan membahas LTE, karena sampai sekarang pun operator masih dalam tahap ujicoba mengingat frekuensi yang mau dipakai masih belum bebas alias masih ada yang menduduki. Tiap tahunnya operator berlomba-lomba untuk meningkatkan kapasitas jaringannya untuk mengakomodir kebutuhan pelanggan akan layanan broadband. Operator sudah menggunakan teknologi 3G untuk menyediakan layanan akses data pita lebar, sehingga kapasitas network bisa semakin besar dan longgar untuk diakses para pelanggan. Namun demikian, ternyata pertumbuhan pengguna layanan broadband yang sebegitu pesat membuat penambahan kapasitas itu seperti tidak ada artinya. Ya, pertumbuhan traffic data tidak seimbang dengan pertumbuhan jaringan, sama seperti pertumbuhan traffic voice
Padahal operator sudah meningkatkan kapasitas jaringannya baik di sisi radio, maupun di sisi gateway ke server dalam maupun luar negeri. Pada kenyataannya semua tidak bisa memprediksi pertumbuhan traffic, karena di era sekarang ini orang mulai meninggalkan sms/telepon dan beralih ke layanan data. Apakah operator bersyukur, atau justru pusing tujuh keliling?
Mari kita coba bandingkan dari sisi operator maupun dari sisi pelanggan. Jika kita berada di sisi operator, kita mungkin tersenyum melihat angka pertumbuhan pengguna broadband dan pelanggan layanan data yang semakin hari semakin signifikan pertumbuhannya. Namun di sisi lain, seiring dengan pertumbuhan pelanggan broadband itu, ternyata traffic voice dan sms mulai mengalami stagnanisasi. Ya, traffic voice dan sms tumbuh melambat, kalau tidak mau dibilang jalan di tempat. Jika begini, maka voice call dan sms yang selama ini menjadi lumbung emas para operator mau tak mau terkikis sedikit demi sedikit. Operator harus berpikir keras bagaimana cara meningkatkan kembali pertumbuhan revenue demi kelangsungan perusahaan.
Bagaimana dari sisi user? Dengan adanya layanan data yang mumpuni, maka ada pilihan lain untuk berinteraksi dengan orang yang jauh dari pelanggan dan alternatif untuk menekan biaya telekomunikasi, misal dengan menggunakan VoIP, maupun mengirim pesan lewat internet. Ya, user semakin diuntungkan dengan layanan broadband ini. Voice dan Data sama-sama menjadi sumber pernghasilan tiap operator telekomunikasi, tetapi seiring perkembangan jaman, voice mulai ditinggalkan dan beralih ke data. Voice tetap menjadi kebutuhan telekomunikasi utama, tetapi tidak lagi bisa dijadikan andalan untuk memperoleh revenue
Akankah Operator-operator telekomunikasi bertahan dengan kondisi ini? Kita lihat saja perkembangannya, tetapi paling tidak masing-masing operator harus pintar-pintar menemukan ladang bisnis baru karena berjualan voice dan sms tidak lagi menggiurkan seperti dulu
Salam,
Riyantoro

Halo mas Riyantoro,
Analisanya sangat menarik dan masuk akal. IMHO, voice tetap jadi lumbung operator sedangkan data adalah media/rayuan untuk tetap menggunakan voice. Namun kenyataannya customer lebih suka menggunakan brodband dari pada voice sekarang ini.
Gracias
bener baget mas…tidak hanya voice…bahkan untuk sms pun ane make data mas….caranya bisa pake operamini trus buka situs penyedia sms gratis d internet yg bejibun…..n tadaa…..sms bisa dkirim mnuju TKP dg selamat sentosa…heheee