Akhir-akhir ini banyak saya temui BTS yang memiliki blocking tinggi, baik GSM maupun DCS walaupun terkadang tidak semua sektor mengalami blocking. Kemungkinan jika yang mengalami blocking hanya BTS GSM atau DCS saja, kita bisa menggunakan mekanisme traffic sharing antara BTS GSM dengan BTS DCS atau sebaliknya dengan pengaturan parameter RXLEVAMI misalnya.
Sebenarnya apa aja sih yang bisa kita lakukan untuk menangani fenomena blocking ini, baik untuk meningkatkan CSR maupun untuk meningkatkan juga kenyamanan pelanggan dalam menggunakan jaringan kita? Hmm, mari kita telusuri bareng-bareng.
RXLEVAMI=6,
Minimum received level at the MS required for access to the
network on the RACH. It is used together with other parameters to
define the path loss criterion C1 for cell selection and reselection
(see parameter CELLRESH). Setting RXLEVAMI to a high value
means that only those MSs attempt an access to the cell which are in
a location with good coverage conditions. Thus the number of
handover requests may be reduced. This parameter is sent on the
BCCH (SYSTEM INFORMATION TYPE 3 and 4) in the IE Cell
Selection Parameters.
Note: If a PBCCH is configured (see parameter CREATE CHAN for
TCH with GDCH=PBCCH), an equivalent parameter is broadcast on
the PBCCH for GPRS mobiles to allow a separate management of
cell selection and cell reselection for GPRS- and non-GPRS-mobiles.
This parameter is GRXLAMI (see command CREATE PTPPKF).
Jujur, saya juga masih belajar memahami parameter BSC untuk settingan ini, mungkin ada yang bisa sharing di sini tentang mekanisme traffic sharing dalam jaringan GSM baik yang stand alone, co-located dengan DCS, atau bahkan co-located antara GSM-DCS-3G.
Dari pengalaman yang masih dangkal yang pernah saya alami, pertumbuhan network biasanya diawali dengan pemasangan BTS GSM dengan konfigurasi awal mungkin 2/2/2 atau langsung 4/4/4 sesuai dengan kepadatan dan prediksi traffic yang harus dilayani. Jika ternyata terjadi blocking cell atau dalam hal ini kapasitas jaringan sudah tidak mampu melayani kebutuhan pelanggan yang ditandai dengan susahnya orang melakukan panggilan, mengirim sms, maupun konek gprs, maka itu adalah saatnya untuk menambah kapasitas jaringan. Hal itu bisa ditempuh dengan cara expand BTS GSM ke 8/8/8 kalo blocking ada di ketiga sektor, atau menambahkan BTS DCS untuk meningkatkan kapasitas secara signifikan.
Jika pilihan jatuh ke penambahan BTS DCS, maka ada mekanisme yang harus ditempuh yaitu traffic sharing antara BTS GSM dan BTS DCS. Biasanya engineer Optim akan mengatur beberapa parameter di sisi BSC sehingga pelanggan yang ada di TA 3 akan dilayani oleh BTS GSM. Mungkin ini bukan mekanisme baku dan wajib diikuti tetapi karena BTS DCS menggunakan pita frekuensi yang lebih tinggi daripada GSM yang berakibat daya pancaran/jangkauan menjadi lebih sempit, maka akan lebih baik kalau GSM menghandle traffic yang memilik TA lebih besar.
Jika ada Node-B yang co-located dengan BTS GSM-DCS sekaligus, maka prioritas utama adalah jaringan 3G. Traffic akan diarahkan untuk menggunakan jaringan 3G jika memang RxLev yang diperoleh memungkinkan dan cukup bagus untuk melakukan akses jaringan. Urutan prioritas menjadi 3G–> DCS–> GSM. Karena tidak semua pelanggan menggunakan handset yang mendukung teknologi 3G dan mungkin ada juga yang tidak mengaktifkan network 3G, maka DCS tetap menjadi andalan untuk meningkatkan kapasitas sistem.
Jika sudah dilakukan traffic sharing dengan menambahkan BTS co-located tetapi blocking masih tinggi sedangkan tidak memungkinkan lagi untuk melakukan expand BTS, maka harus ditempuh mekanisme cell splitting. Cara ini dilakukan dengan menambah BTS di dekat BTS existing, tujuannya hanya untuk capacity upgrade, bukan coverage. Kita bisa mencari titik yang dekat dengan pemukiman yang memiliki potensi besar sebagai sumber traffic sehingga ada mekanisme traffic sharing dengan BTS existing.
Mungkin ini sekedar sedikit sharing, silahkan yang punya pengalaman lebih luas dan juga jago, ayo kita sharing ilmu…
Best Regards,
Riyantoro

dari pengetahuan saya yang sangat dangkal. hoho..
saya ingin mengetahui gambaran tentang konfigurasi pada BTS seperti 2/2/2, 4/4/4, dan 8/8/8? seperti apa itu ya..
trus hubungannya dengan kepadatan dan trafik yang harus dilayani?
pembaca setia mas riyantoro
kuldonk
Mas Untuk config 8/8/8 apakah bisa diintegrasi dengan config 4/4/4 melalu jalur ESB atau harus Standalone
Mas mau tanya ni saya awam dalam hal 3G BTS system, yg saya mau tanyakan adalah istilah Commissioning, mohon penjelasannya: makasih.
Commissioning adalah tahapan setelah proses instalasi fisik perangkat selesai dilakukan oleh instalatir. Kita bisa melakukan proses commissioning sehingga perangkat bisa bekerja dengan baik dengan memasukkan parameter dan atau database yang sesuai. Misalnya kita melakukan commissioning BTS, maka kita akan memasukkan database ke perangkat BTS sehingga BTS bisa terhubung dengan BSC untuk kemudian bisa memancarkan sinyal dan menerima panggilan dari pelanggan.
Proses commissioning biasa dilakukan seorang engineer, sedangkan instalasi perangkat dilakukan oleh instalatir.
Proses commissioning berbeda-beda untuk tiap perangkat sesuai dengan panduan dari produsen perangkat.
Semoga membantu
Salam,
Riyantoro
halu2 mas riyantoro..
saya kurang paham ama tulisan RXLEVAMI..maksudnya apa yah??apakah sama aja ama RxLev??
trus saya juga pernah nemuin antena yg mas bilang diliat dr prioritasnya 3G-DCS-GSM..tu antena disalah satu jalan di PANTURA..masalahnya saya sulit membedakan yg mana 3G yang mana DCS yang man GSM??bisa bantu??apa DCS pasti 1800 yah mas??
thans mas..
regards,
oLay
RXLEVAMI cuman salah satu parameter yang kita setting di BSC untuk mengatur level yang diterima MS sehingga diijinkan untuk menggunakan network. Sensitivitas ini penting digunakan untuk mengatur apakah pelanggan yang ada nun jauh dari BTS dan cuman dapet sinyal 1 ato 2 bar tapi ilang2 diijinkan untuk mengakses network atau tidak
Sangat membantu untuk optimasi network dan mengurangi tingkat dropped call
Well, dari dimensi antena saja dah keliatan koq mana yang GSM, DCS, dan 3G
Kalo antena GSM tuh biasanya masih pake antena yang besar dan panjang, tapi untuk case BTS baru biasanya dah agak kecil. Tingkatannya adalah antena GSM paling besar, DCS lebih kecil, dan 3G memiliki dimensi antena paling kecil. Biasanya penempatannya juga berbeda. GSM ditempatkan paling atas sehingga coverage paling luas, DCS ada di bawah GSM namun masih cukup tinggi sedangkan antena 3G ada paling bawah sehingga coverage paling sempit namun optimal untuk mengcover spot-spot dengan traffic tinggi
Any question?
Let’s share our knowledge ^_^
Regards,
untuk optimasi kapasitas mungkin bisa memakai fitur “share scheduler” yang berfungsi mengalihkan kapasitas dari sektor yang traffic rendah ke sektor yang lebih tinggi.
)
Halo mas riyan,
mau nambahin dikit,istilah sharing traffic mungkin ada 2 makna,
1.Jika traffic GSM jauh lebih besar daripada traffic DCS –> maka harus dlakukan sharring traffic –> solusinya gunakan parameter CRO agar traffic saat idle dserap oleh DCS
2.Site neighbour dalam keadaan blocking (Congestion) –> impactnya HOSR KPI site kita turun — > solusinya sharring traffic ke neighbour yg no blocking –> Gunakan parameter Adjcency HO
Maaf kalau ada yg salah mohon di ingatkan, juga baru belajar ^_^
Thanx,….