Pagi ini pergi rame-rame sama temen kantor untuk makan BM alias Bubur Menado di depan UNDATA. Yach, walaupun sejujurnya aku bukan penggemar bubur (segala macam bubur kecuali bubur kacang ijo.. :p), aku ikutin juga ajakan Mba Dian untuk rame-rame ke sana. Lumayan, sarapan rame-rame sama temen-temen. Di jalan aku memandang kios-kios tempat orang berjualan accecoris ponsel yang biasa dihiasi dengan spanduk, poster, sticker, hingga cat dengan theme operator seluler yang semakin lama semakin sengit berebut lahan berkespresi, yang lebih dikenal sebagai “branding“
Ya, di situ terpampang juga hasil karya dan jerih payah temen sekantorku Robert dan Ida. Persaingan sekarang memang semakin hari menjadi semakin sengit, di kala pertumbuhan jumlah pengguna baru ponsel mulai rendah, maka pangsa pasar yang diperebutkan menjadi semakin mengerucut. Ya, pangsa pasar yang diperebutkan itu adalah pelanggan yang tidak setia a.k.a pelangga sekali pakai. Kemudian saya mulai mengamati apakah benar pangsa pasar bidikan Flexi benar-benar berbeda dengan pangsa pasar TELKOMSEL?
Hmm, mari kita cermati. Mungkin untuk daerah yang sudah dilayani oleh banyak operator baik berteknologi GSM atau CDMA, pangsa pasar Flexi tidak bersinggungan dengan TELKOMSEL. Namun ketika kita berada di daerah terpencil dengan jumlah operator telekomunikasi yang terbatas, apa iya pangsa pasarnya bisa dibedakan dengan jelas? Pasti ada gesekan lah…
Untuk daerah Jawa mungkin memang benar FLexi menemukan saingan yang seimbang, dengan teknologi yang sama seperti StarOne, Fren, dan Esia. Sekarang untuk daerah luar Jawa yang hanya didominasi dengan 3 operator GSM terbesar dengan konfigurasi TELKOMSEL-INDOSAT-XL, walau lebih banyak yang didominasi TELKOMSEL, Flexi pasti tidak menemukan lawan se-teknologi. Hasilnya, diapun harus bertarung dengan 3 operator tersebut, termasuk anak perusahaannya sendiri…
Sebenarnya opini saya ini bisa dengan gampang dipatahkan jika saja setiap pelanggan yang sudah menjadi pengguna salah satu dari 3 operator GSM kemudian membeli handset baru CDMA ketika ingin menggunakan Flexi. Bener khan? Yach, ini hanya sekedar opini saya saja yang membayangkan ketika ada seorang calon pelanggan baru yang akan membeli handset baru. Bisa saja dia tidak membeli handset GSM dan menggunakan layanan salah satu dari 3 operator besar, dan justru membeli ponsel bundling yang semakin gencar digelontorkan operator CDMA baik Flexi maupun Esia.
Just another opinion of mine…
Regards,
Riyantoro

Justru yg sering terjadi sekarang adalah orang yg sudah punya nomer GSM ingin memiliki nomor kedua dan bahkan ketiga. Nomor kedua dan ketiga itu biasanya nomor CDMA