Dengan lulusnya kita dari tahapan pembelajaran di sekolah, entah sampai tahap SMA, Diploma, atau kalau Anda termasuk orang yang beruntung, tamat S1/S2, adalah masa di mana kita akan segera memasuki dunia yang baru, DUNIA KERJA. Dulu, ketika saya masih sibuk kuliah, rasanya sangat ingin cepet lulus dan segera mendapatkan pekerjaan, intinya cuman satu, pengen cari duit sendiri dan gak merengek-rengek minta duit jajan sama bokap nyokap hehe.
Setelah berjuang dari tahun 1990 – 2007 untuk duduk di bangku pendidikan dan ndengerin pelajaran walau kadang banyak mbolos dan tidur pas di SMA dan kuliah, (hehe masa SMA tetep masa paling uenak! :p) akhirnya November 2007 kemaren dapet gelar sarjana juga. Hmm, pas hari H sih seneng dan bergembira ria layaknya orang yang baru saja lepas dari belenggu selama puluhan tahun, berlebihan banget nggan sih? Tapi kalo diitung-itung, dah 17 tahun man aku menjalani proses belajar di sekolah hahahaha, lama juga ya. Kalo diitung-itung berapa tuh duit yang udah diinvestasiin bokap nyokap gw? Ya semoga nggak sia-sia lah investasi mereka, karena beliau-beliau pernah berpesan, dan sampai sekarang sih masih terngiang. Nak, kami nggak bisa mewariskan harta yang melimpah, bersekolahlah setinggi mungkin, hanya itu yang bisa kami beri untuk bekal hidupmu kelak
Man, dalem banget ternyata setelah dihayati sekarang. Dulu sih mana gw pikirin, nggih-nggih aja lah hahaha. Tapi aku lulus S1 dah bosen tuh, ditawarin kalo mau lanjut S2, STOP, alias NO WAY! Capek Bu sekolah terus. Tangan juga dah gatal pengen pegang duit sendiri hhihii. Singkat cerita awal Desember 2007 aku mulai bekerja, hiks, di awal nyesel juga karena terlalu cepet bekerja, masih pengen bebas dan bersenang-senang rasanya.
Dan dari situlah mulai sadar, betapa masa sekolah dulu adalah masa yang uenak tenan! Ternyata gak selamanya bekerja dan mendapatkan gaji itu enak dan menyenangkan hati lho. Hiks, kerja itu ada resiko dan tanggung jawab yang senantiasa harus dijalani. Wah, gak sehijau dan semenarik ketika aku liat orang kerja dulu pas masih kuliah euy… Tapi masih harus disyukuri.
Seperti masa lulus sekolah dulu, di mana aku apply kuliah ke berbagai kampus, akupun apply lamaran kerja ke mana-mana. Kalo kira-kira menarik hati langsung gw hajar! Hahaha, hasilnya sama persis kayak aku milih tempat kuliah dulu. Kalo lulus SMA 3 Padmanaba dulu aku bingung milih UGM, Sekolah Telekomunikasi X, Akademi Mesin X, atau Sekolah Akuntansi X, sekarang aku juga harus milih dari beberapa perusahaan yang memanggilku. Hmm, aku memulai debut karir di subkon telekomunikasi dengan taktik untuk memperkaya pengalaman dan juga tetap menggeluti dunia telekomunikasi, RF Engineer.
Beberapa bulan berselang aku pindah ke operator, tapi apa mau di kata lokasi penempatanku lumayan jauh euy… Semua harus disyukuri dan diambil hikmahnya. Kalau nggak begini, aku gak akan punya cerita untuk anak cucuku, bagaimana situasi di Sulawesi, bagaimana pemandangan di sini yang ternyata masih sangat alami dan indah. Tetapi muncul juga kesadaran bahwa pembangunan Indonesia masih terlalu tersentralisasi di pulau Jawa.. Kasian juga rakyat yang ada di kawasan terpencil dan daerah yang belum maju ini. Kapan ya pembangunan akan merata? Soon, hope so..
Well, back to topic soal gimana sih menyikapi persaingan kerja yang semakin sengit? Ingat aja pas kita lulus atau justru sebelum lulus. Apa kita lulus dah punya bekal untuk menjual diri? Saat kita melakukan interview pekerjaan nanti, kita harus punya nilai yang bisa kita jual kepada pewawancara kita. Kalo aku dulu sih menjual diri dengan pengalaman kerja part time dan penguasaan software TEMS-Map Info. Mungkin belum terlalu banyak, tapi dari riwayat kuliahku bisa dilihat bahwa selama kuliah aku ngga cuman kuliah dan pacaran saja hehehe, aku masih sempat bekerja paruh waktu dan juga mencari pengalaman kerja di beberapa tempat. Nah dari situ keliatan khan aku bisa membagi waktu?
Saat kita diinterview nanti, kita harus bisa menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru (easy adapted, ini selalu ada dalam CVku!
), kita adalah pribadi yang selalu ingin berkembang walaupun dengan peluang yang sekecil apapun. Seorang Bos pasti mencari anak buah yang smart, yang punya keinginan untuk terus berkembang, ingat itu.. Jangan lupa untuk meyakinkan calon bosmu bahwa kamu adalah sosok calon karyawan yang smart dalam menyelesaikan setiap permasalahan dan juga smart dalam mengatur waktu. Jangan lupa sertai dengan contoh-contoh pengalamanmu dalam me-manage waktumu dengan hasil yang memuaskan, misalnya kamu mampu bekerja part time saat kuliah dengan menyisihkan 5 jam sehari 6 kali seminggu tapi tetep berprestasi akademik bagus dibuktikan dengan nilai IPK mu. Jangan lupa juga sertakan uraianmu tentang kemampuanmu untuk me-manage orang, kemampuan untuk mengatur orang, walaupun bukan bawahan, misal dalam kepanitiaan, sudah mampu menunjukkan bahwa kita punya naluri untuk memimpin.
Itulah sebabnya saya sangat menyarankan adik-adik yang masih berkuliah atau sekolah untuk mengisi waktu dengan sebaik-baiknya. Saya tidak menyalahkan temen-temen yang suka nongkrong sama temen-temen satu geng, menikmati masa muda dengan jalan-jalan hingga larut malam. Tapi ketika sudah akan memasuki masa pencarian kerja, akan mulai terasa betapa waktu sekolah/kuliah bukan hanya masa untuk mengerjakan tugas, masa untuk belajar ketika akan ujian dan sebagainya. Dulu saya mulai ada keinginan untuk mencari pengalaman kerja yang sesungguhnya ketika mulai masuk semester 6.
Walau di semester 3-4 saya sudah mencari pengalaman belajar TEMS dan Drive Test di XL, namun saya masih tertantang untuk mencari pengalaman kerja lain. Ya karena pengen juga dapet duit tambahan hehe. Ada banyak kegiatan koq yang positif, tapi silahkan pilih kegiatan yang emang menambah value Anda, misalnya ambil kursus komputer, magang di suatu instansi, ambil sertifikasi CISCO, jadi mentor di tempat les, atau bisa juga part time di ISP. Semua itu akan memperkaya pengalaman dan kemampuan kita. Kalo di lingkungan kampus, tentu yang paling gampang jadi asisten di laboratorium atau asisten dosen. Jadi peneliti muda di Lab juga tantangan yang menarik koq. Atau, aktif mengikuti lomba penulisan essay bermutu yang sering diadakan instansi maupun kampus.
Ya, sebenarnya tidak perlu uraian sepanjang ini untuk memahami betapa pentingnya mengisi waktu di masa kuliah kita. Dan sebenernya IPK yang terlalu tinggi kadang justru jadi bumerang bagi kita sendiri ketika menghadapi pewawancara. Calon bos kita ini pasti akan bertanya-tanya, nih anak dapet IPK 3,9 lulus hanya dalam 3,5 tahun untuk mendapatkan gelar S1 misalnya, selam kuliah jangan-jangan nih anak cuman belajar dan ke kampus tanpa ada waktu untuk bersosialisasi dan mengembangkan diri. Itu sebabnya gak semua temen-temen yang punya IPK sangat tinggi bisa mendapatkan pekerjaan terbaik atau idaman banyak orang. Cukuplah IPK 3,5 atau 3,6 (wueks! padahal IPK ku aja mepet Om hwekkekeke). Yang penting sih IPK 3,00 lebih dan punya value added yang membedakan kita dengan pelamar lain. Kebanyakan perusahaan sekarang sih masih mensyaratkan nilai IPK minimal 3,00 tetapi ada beberapa perusahaan yang dibanjiri peminat harus menaikkan nilai IPK minimal semata-mata untuk membantu mensortir pelamarnya.
Bukan berarti temen-temen yang punya IPK di bawah 3,00 gak berkompeten, namun pihak HRD biasanya gak mau ambil pusing untuk melakukan seleksi hingga ribuan calon karyawan dan cara yang paling praktis dan namun sadis adalah dengan melakukan sorting berdasarkan IPK. Nah itu sebabnya kita harus berjuang untuk ada di zona aman, 3,00 ke atas. Makin mendekati 3,5 sih makin aman. Kalo gak salah Chevron malah masih mensyaratkan IPK 3,5 lho. Emang peminatnya bejibun sih, jadi ya gimana lagi hehehe.
Hmm, apa lagi ya? Bingung nih mau nulis apalagi, mungkin itu saja dulu dech. Besok kalo ada ide lagi dilanjut. Tetap semangat dan terus berjuang!!!
Salam,
Riyantoro

I do not understand what your topic was about, but i am amazed of your nature pic above. Where is this from? I can’t take my eyes off it!… Absolutely fantastic.
It’s just a picture from wordpress itself Pal
Just try to make your own account in wordpress and find this amazing picture!
Good luck friend…
Regards,
Riyantoro
Salute euy, tiasa gawe sambil kuliah. Ohh … anggota Telkomsel nih and dulunya di subkon, saya juga neh, maksudnya (masih) kerja di subkon telekomunikasi … he he he … and pertama kali kerja langsung dikirim ke Medan … salam knal …
eh mas … kebetulan saya di bagian dokumen, ngerjain project tinem. Sekarang lagi ngerjain dokumen Up grade RBS (TRU), RBS 2206 and 2216. Mohon kalo ada kesempatan diulas ya seputar hal itu … Thanks dor attention …
eh mas … kebetulan saya di bagian dokumen, ngerjain project tinem. Sekarang lagi ngerjain dokumen Up grade RBS (TRU), RBS 2206 and 2216. Mohon kalo ada kesempatan diulas ya seputar hal itu … Thanks for attention …
artikel yg menarik mas, kepengen juga belajar ilmu telekomunikasi. punya kiat2 gak mas? gimana mulai atau caranya masuk ke dunia telekomunikasi, basic saya di ISP kurang lebih 6 tahun. mungkin mas punya tempat yg bisa direkomendasikan yg cocok buat saya . thx b4