Dulu sejak magang di XL, ada idealisme tinggi untuk menjadi seorang Network Optimization Engineer suatu saat nanti. Rasanya suatu kebanggaan dan tantangan tersendiri ketika menyandang titel sebagai orang Optim gak peduli untuk GSM ato 3G, bahkan kalo bisa keduanya why not?
Memang aku sempet merintis jalan ke sana lewat RF Engineer, tapi apa daya sekarang terdampar jadi BSS Enginner. Yach, at least masih di bidang telekomunikasi dan masih bisa belajar optimasi jaringan telekomunikasi nirkabel GSM.
Well, awal cerita aku lagi ada case untuk menyelidiki penurunan nilai CSR(CSSR) dan CCR(CCSR) pada jaringan GSM. Kedua nilai parameter itu cenderung menurun dalam beberapa minggu ini, dan menjadi tugasku untuk mengamati dan menemukan problem, kenapa nilainya jelek? Ada beberapa faktor yang biasanya berpengaruh langsung pada besar kecilnya nilai parameter tersebut ketika kita melakukan measurement/pengukuran di MSC kita.
CSR ato biasa disebut CSSR adalah kependekan kata dari Call Setup Success Rate. Nilai ini digunakan untuk mengukur tingkat availability jaringan dalam memberikan pelayanan baik berupa pangglan voice maupun untuk trafik sms dan video call. Jaringan yang baik mampu memberikan kanal kapanpun pelanggan hendak melakukan panggilan, tidak peduli siang maupun malam, gak peduli jam sibuk maupun jam tidur hehehe. Nah dengan mengukur nilai CSR ini kita bisa tau seberapa handal jaringan kita dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Biasanya nilai yang diukur dalam persen sehingga nilai yang paling baik adalah 100%
Bagaimana cara untuk menghitung CSSR? Beberapa metode ditentukan tergantung kebutuhan dan tingkat akurasi yang diinginkan. Rumus yang biasa aku gunakan adalah jumlah call attempt – block call dibagi dengan jumlah call attempt dikalikan dengan 100%. Jangan bingung yach, aku mau bikin formula di wordress ini masih bingung n lagi males utak-atik je.
Berikutnya adalah CCR, Call Completion Success Rate yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kualitas jaringan dalam meng-handle trafik pembicaraan maupun sms. Jika CSSR digunakan untuk mengukur kualitas jaringan dalam memberikan pelayanan, dalam kata lain membuka jalan untuk komunikasi, maka CCSR adalah parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas jaringan untuk mengelola dan menjaga agar pembicaraan tidak jatuh dan putus begitu saja alias tut..tut..tut ketika kita sedang bertelepon ria dengan pacar kita
CCR bisa dihitung dengan rumusan hasil pengurangan jumlah call establish dikurangi jumlah dropped call dibagi dengan call establish dikalikan dengan 100%. Nah dapet dech angka dalam kisaran 0 – 100% yang menunjukkan kualitas jaringan kita. Biasanya tiap perusahaan menentukan target nilai CSSR dan CCSR yang berbeda-beda, tapi semua pengen 100% sih.
Nah, apa sih faktor2 yang menentukan nilai CSSR dan CCSR nilainya naik atau malahan turun? Hmm mari kita renungkan bersama-sama, aku juga sambil mikir nih soalnya lagi cenut-cenut juga
Kalo secara logika yang berpengaruh pada nilai CSSR adalah kapasitas sistem, bener khan? Coba kalo kita punya roti 10 potong, tentu hanya 10 orang saja yang akan menikmati, dengan catatan satu roti hanya untuk satu orang donk. Kalo misalnya ada 12 orang yang pengen makan roti, terpaksa dech 2 orang harus diTOLAK, nah dalam dunia telekomunikasi ada opsi untuk menolak langsung alias blocked call, atau menahan dia sebentar sampai ada roti atau kanal baru yang siap digunakan. Nah terkait dengan kapasitas sistem inipun dalam jaringan telekomunikasi tidak hanya terkait dengan kapasitas sistem milik operator bersangkutan. Misal operator A memiliki kapasitas gede trus pelanggannya melakukan panggilan tetapi ke nomor operator lain yang notabene kapasitas trunk ke jaringan operator lain itu kecil, jadi dech bottleneck dan panggilan pelanggan itu DITOLAK lagi. Ternyata kapasitas sistem milik jaringan operator lain berpengaruh juga khan? Tapi apa kata pelanggan? Mereka gak tau dan gak mau tau, yang disalahin ya operator yang dia gunakan hehehe
Selain soal kapasitas sistem, bisa juga kesalahan atau problem ada di perangkat BTS milik operator. Misal BTS A tidak mengindikasikan adanya alarm bahwa salah satu perangkat/modulnya bermasalah dalam menangani trafik tetapi ternyata pas ada call originating dia gak bisa meng-handle. Itu akan berpengaruh pada nilai CSSR karena masuk dalam hitungan call attempt yang gagal untuk mencapai fase call setup dan call establish.
Wah, koq uraiannya jadi banyak yach, padahal belum mengena sampai ke inti permasalahan. Besok lanjut lagi dech.

mas, untuk menghitung CSSR melalui repgen pada tems, call attempt retry diikutkan jadi perhitungan gak ? (jadi Call Setup Success/Call Attempt+Call Attempt retry)
CSSR
=(Call setups-blocked calls)/call setups * 100%
hmm…menurut saya CSSR = (1-SDCCH block)*(1-SDDCH drop)*(1-TCH block)*(1-TCH drop) sedangkan kalo untuk pengukuran di TEMS call attempt retry kadang ada yang memasukkan kadang ada yang tidak…contoh operator yang memasukkan perhitungan call attempt retry itu indosat.
semoga ada yg mau sharing license actix
aku ada crack pathloss di http://sinauonline.50webs.com/Download%20Area.html
aku ada mas actic,tp gk free..tp murah kok,bs japri klo berminat ke adiaksa18@yahoo.com
wah sama ni.. akibat magang di xl,saia juga pengen jadi network optim ^^
bekal2x yang kudu disiapin ap aja ya mas?? trims2x..
Mas mo nanya kalo misal CSSR rendah di sebabkan karena Immediate assign success rate nya rendah, TCH assign success nya OK dan SDCCH drop rate nya rendah juga.
Kira2 penyebabnya apa ya??
Apa…. karena interference atau apa gtu
Maklum mas newbie di telekomunikasi
Ada web yang buat belajar ttg performansi network ga siy?? Atau buku nya apa ya???
As…
pengen juga kerja bagia optim, baru magang juga b di optim XL,…
tp cewek bs g y b…
soalna waktu kp g da yang cewek staffna….
—-^_^—-
gak masalah koq..
gak ada gender gitu di dunia optim hehe
Percaya dech, cewek punya kelebihan lebih rajin daripada cowok
Yang penting ada kemauan untuk belajar ajah
Ayo semangat..
mz salam kenal..
mo nanya nich mz. selain dgn penambahan DCS 1800 untuk mengatasi kapasitas, optimasi kapasitas untuk mengatasi drop call pd jam sibuk dgn ap y mz? parameter-parameter yang perlu diperhitungkan&diperhatikan p ja y.
maturnuwun sebelumnya
Biasanya kapasitas masih bisa ditambah dengan mengaktifkan halfrate, jadi kanal yang dipake dibagi 2, 1 kanal dipake berdua..
Kalo Fullrate khan 1 kanal 1 pelanggan gitu
Tapi emang kapasitas itu yang utama, lebih bagus lagi kalo ada traffic sharing dengan BTS sebelah..
Bisa juga kita menggunakan sistem antrian, panggilan yang masuk namun tidak mendapatkan kanal tidak langsung ditolak namun kita tampung dulu beberapa saat sampai ada kanal yang idle dan bisa dipakai..
Gitu dech
Ada yang bisa membantu sharing?
malm bang…
ini saya baru di dunia telco..
yang saya mo tanya hal yang berpengaruh dengan CSSR itu KAPASITAS SISTEM tapi apakah kondisi dari sebuah intalasi berpengaruh….
thank
omar
oh ya satu lagi… apakah yang blokedcall itu bisa kita kontrol… karena ada satu kasus waktu saya ngejalanin project DT setelah dilihat index statisticnya ada 1 kondisi blokedcall dan akhirnya saya di suruh ulang u/ pengambilan sample…
maaf ya kalo pertanyaanya sangat cupu….
maklum newbie neehhh
thank again
omar
salah tu mas..
CSSR tu g da hub ma blk kol..
CSSR = (Call Establish / Call Attempt) x 100%
Saia khan udah bilang , tiap operator ada sedikit perbedaan..
CMIIW
met sore mz
maf mz.
mz punya punya materi traffic sharing dengan bts sebelah g?
kalo ada bisa dikirim ke email sy
maturnuwun
Call Establish = Call Attempt-Block Call
Jd maksudnya y sama aj
Halo mas salam kenal
wah akhirnya nemuin juga blog yg shre Optim…saya baru aja terjun di telco….skrg lg DT neh..sambil belajar optim…saya mo nanya…saya menemukan waktu DT pada saat call establish kemudian terjadi call end..padahal waktu call end adalah 2 menit ttp di TEMS bukan drop call…kira2 knapa ya mas….
makasih
Salam Kenal,
Saya juga baru terjun ke dunia optom nih,
ada yang punya materi tentang ilmu yang satu ini gak ya?
thanks
salam kenal mas
mekanisme traffic sharing itu bgmna?
apakah traffic sharing selalu di settimg lewat BSC?
ataukah bisa dilakukan tanpa BSC
trimakasih atas perhatiannya
Dear Mr. Riyantoro,
How about in CDMA?
I agree with u…about low cssr in GSM.
salam kenal mas,,,
mas,saya td juga udah kirim comen di postingan sblumnya,,
mas saya pengen ambil TA di optimasi,,
tp masih bingung mau optim dmna?,,
mas,bisa minta bimbingannya,,
@ pinandita
Kamu kuliah di mana Bos??
Saranku coba aja cari kantor operator di kotamu saja
gimana??
wah.. mas riyantoro hebat, pinter banget yah ..
mas..mas.. cssr bagus dan tidak bagus tuh batas nilainya berapa ya?
apakah permasalahan besar kecilnya signal (coverage), interference frequency, terus masalah radio link yg pakai antena “tong”, juga berpengaruh terhadap cssr ya? pengaruhnya gimana ya, mas?
saya tuh disuruh-suruh sama engineer saya buat drive test, katanya disana ada masalah cssr, lha saya kan nggak tahu apa2..pokoknya drive test sampai ketemu sample call failures. cape deh, mas .. ada saran nggak mas, buat saya ngebales engineer saya.. maksudnya ada jurus untuk menemukan penyebab cssr jelek lewat drive test?
wah .. trimakasih banyak ya mas riyantoro ..mas cakep deh..tapi koq fotonya nggak keliatan mukanya ya..? digedein dunk ..
oia mas,,
qu kuliah di it telkom semester 6,,
qu mau kerja praktek,
syukur2 bisa mendukung Tugas akhir yang aq kerjain,,
makasih sblumnya
Saranku coba apply ke XL Bandung Bro…
Di sana kamu bisa banyak belajar dari engineer optim yang jago-jago
Coba dech, pasti kamu ntar bisa dapet banyak ilmu dan pengalaman..
Best Regards,
Riyantoro
Kindly removed/change the question/comment on your blog under the name of esterlyta pandjaitan since whoever that is using that name definitely not the person who he/she claimed to be.
malam mas
mau nanya nihh.. tentang paramter performnasi untuk Jaringan GSM 900
aq masih bingung krn byknya paramter performansi pada GSm
sy kmrn dapet mas standarisasinya dr slide kul ITT
ada 8 sedangkn yg sy baca di Forum telekomunikasi yg lain beda dengan yang
dapt dislide ITT?
jadi sy mau tanyakn TARGET performansi untuk jaringan GSM apa ja mas??
trs klo bisa mnt referensinya mas dari mn??
mohon ditanggapi
jawaban mas sngat22 membantu Tugas Akhir saya
maksih sebelumnya
^_^
ada banyak sih, aku coba sebutin beberapa ya
Mohon temen-temen bantu lagi kalo ada yang kurang
1. CSSR (Call Setup Success Rate)
2. CCSR (Call Completion Success Rate)
3. HOSR (Handover Success Rate)
Itu aja kali yang utama
Kalo yang lain yang harus dihilangkan semacem dropped call, blocking (baik TCH maupun SDCCH). Kalo untuk paket data biasa dilihat throughputnya, gprs accessibility, gprs/hsdpa retainibility
Ada tambahan lagi temen-temen lain??
Regards,
Ohh gt ya mas
trs mau nanya lagi nih mas?
mas aq dapat referensi klo target performsi GSM
ada 8
diantaranya
1 TCH Call Blocked
2 TCH Assign Success Rate
3 Call Success Rate
4 Drop Call Rate
5 SDCCH Call Blocked
6 SDCCH Assign Success Rate
7 Handover Success Rate
8 Handover Failure rate
tau formulanya ga mas???
mohon bantuannya..plasee…
welah dalah…sajak e wis maut ilmu ne rek…jek eleng sinergy ra ?
siap dab!
hehehe
malem mas, mo nanya ni. kenapa sih rumus okumura hatta bisa dipakai dalam telekomunikasi selluler indonesia
haluu mas riyantoro
mau tanya donk apakah di operator ada alarm or apalah yg menunjukan bahwa area pancar suatu sektor seberapa besar??masalahnya saya sempet bingung pas lagi DT di daerah PANTURA..kondisinya saya sedang berada di tengah2 site..alhasil hanset saya ga bisa handover..pas bgt di tengah2 dua site..klo kondisinya kya gitu optimasinya bagaimana yah mas??
saya juga pernah test HSDPA di daerah karawaci..permasalahan disini cukup kompleks..coz pada jam tertentu saya ga bisa download pake HSDPA,pasti aja down ke 3G..cukup pusng nih mas klo gini..optimnya bagaimana yah??
thanks and regards,
oLay
ndak ada tapi kalo kita analisa data dari measure BSC kita bisa lihat jarak pelanggan yang menggunakan network kita ada di TA (Timing Advance) berapa (u/ case 2G)
Kalo network 3G khan ada fenomena cell breathing, di mana coverage network bisa mengembang dan mengempis sesuai penggunaan bandwidth oleh pelanggan yang jaraknya dekat dengan BTS
Untuk case ndak bisa HO kayak gitu, coba check dulu parameter HO di kedua BTS. Check dulu apa keduanya sudah saling kenal a.k.a dah create jadi neighbour satu sama lain. Kalo belum silahkan di create karena kalo tidak ya HO gak bakalan terjadi. Check juga level HO yang bisa diterima oleh BTS. Jangan sampe kita setting RxLev jelek dikit dah ditolak untuk incoming HO
Untuk case HSDPA coba dicheck dulu link Iub/Ater ke RNC dari NodeB-nya. Sapa tau ada yang flicker sehingga HSDPA jadi sering ilang karena kalo Iub/Ater berkurang jumlahnya maka kita susah aktifin HSDPA karena bacdwidth yang menyempit.
Coba dech tanya BSS Engineernya, ada alarm ndak di Node-B nya
Semoga sedikit membantu,
Kalo ada tambahan/ingin meluruskan sangat welcome
Kita sama-sama belajar
^_^
salam kenal mas..
asik nemuin blog yang share optim,hehe..
aku sekarang lagi kerja praktek juga ni mas di XL Bandung, di divisi optim.
jadi tertarik juga ni pingin masuk ke optim..
mas dulu belajar apa ja pas magang?
aku baru belajar drivetest ma buat aplikasi web untuk monitoring kualitas jaringan ni..
thanx and regards,
linda