
GSM adalah teknologi telekomunikasi seluler yang paling populer di Indonesia. Teknologi ini menjanjikan kapasitas yang relatif kecil dibandingkan dengan teknologi CDMA tetappi karena penetrasi pasar yang sudah jauh lebih besar daripada teknologi CDMA, maka teknologi GSM menjadi teknologi yang sangat sukses menyelenggarakan layanan telekomunikasi.
GSM – Global System for Mobile, mengalahkan CDMA – Code Division Multiple Access untuk sementara ini. Gaung WCDMA a.k.a. 3G yang mengusung teknologi CDMA di dalamnya pun masih simpang siur dan belum mampu menggeser GSM dalam percaturan dunia telekomunikasi Indonesia. Tampaknya, teknologi GSM sudah mengakar dan sangat perkasa untuk ditaklukkan.
Spesifikasi Teknis:
- Uplink 890 MHz – 915 MHz
- Downlink 935 MHz – 960 MHz
- Duplex Spacing 45 MHz
- Carrier Spacing 200 MHz
- Modulasi GMSK
- Metode Akses FDMA- TDMA
Alokasi Frekuensi untuk 3 Operator Terbesar:
- Indosat/Satelindo : 890 – 900 MHz (10MHz)
- Telkomsel : 900 – 907.5 MHz (7.5MHz)
- Excelcomindo : 907.5 – 915 MHz (7.5MHz)
Alokasi untuk untuk Hutchison (3) ada di pita 1900MHz, sampai sekarang penulis belum tau di kanal berapa Huchison bekerja.
Dalam tiap operator GSM biasanya memiliki divisi Optimisasi yang bertugas untuk melakukan optimisasi jaringan GSM dengan cara mengatur pola frekuensi re-use dalam jaringan. Frekuensi re-use dalam GSM digunakan untuk menghindarkan interferensi dari dua BTS dengan frekuensi kerja yang sama. Dengan mekanisme frekuensi re-use maka interferensi bisa dihindari.
Dalam teknologi GSM, pengguna jasa yang sedang melakukan pembicaraan akan diberi alokasi 1 slot kanal untuk melakukan pembicaraan. Hal ini memungkinkan kita memiliki kanal sendiri saat sedang berbicara tanpa bisa diganggu oleh pengguna lain. Namun, dengan demikian maka jumlah kanal yang tersedia akan terbatas dan berakibat jumlah pembicaraan (user) yang mampu dilayani oleh suatu BTS akan berjumlah tertentu.
Namun demikian, dalam GSM antara pengguna satu dengan lainnya tidak saling menginterferensi seperti halnya dalam komunikasi CDMA. Hal ini memberikan hasil suara yang lebih jernih dan nyaman.

Alokasi Frekuensi untuk 3 Operator Terbesar:
1. Indosat/Satelindo : 860 – 900 MHz (10MHz)
2. Telkomsel : 900 – 907 MHz (7.5MHz)
3. Excelcomindo : 907.5 – 915 MHz (7.5MHz)
maksud dari 10 MHz itu apanya?
Terima kasih atas koreksinya ya Mas..
Itu yang bener 890 – 900 MHz tuh
Nah, sekarang aku benerin yach.. :p
10 MHz di sini berarti lebar pita frekuensi yang bisa digunakan oleh masing-masing operator tersebut. Dengan catatan bahwa yang aku tulis di atas adalah untuk uplink. Kalo kanal downlinknya tinggal dihitung dengan lebar sama di rentang frekuensi Downlink yaitu 935 MHz – 960 MHz
Kenapa Indosat memiliki pita frekuensi yang terbesar?
Karena dulunya khan Indosat berasal dari hasil merger satelindo dan IM3, inget khan?
Salam,
Hmm…ikutan nimbrung ya… Iya indosat memang band yg lebih gedhe mungkin karena P’ Harto jg di masa itu. Gpp..lah. Untuk alokasi frekuensi BCCH nya tiap operator itu berpa ya?? dalam kanal frequensinya, yang misal GSM 1-125 kanal, nah pembagiannya?? Trus katanya mo ada sharing tower tu, nah apa tar ga bakalan susah untuk frequensy planningnya??Mohon pencerahan yang lebih expert, ini kan yang lagi ngomong si-tole..untul bawang thok ??!!
Salam,
-tole-
Mohon pencerahan lebih lanjut mengenai berapa kapasitas satu BTS GSM? Dapatkah dihitung angka pastinya, dan apakah penggunaan GPRS juga mempengaruhi kapasitas jaringan. Kalau berkenan mohon dijelaskan masalah GPRS sekalian, plus kapasitas dalam 1bts. Terima kasih sebelumnya.
#untuk si tole,
Pembagian aku lupa tapi yang jelas dari range 1-124 tuh Indosat dapet bagian awal yaitu kanal nomor 1-51 kalo nda salah, trus Tsel barulah XL. Indosat dapet kanal dalam jumlah paling banyak karena doi khan gabungan dua operator (M3 n Satelindo to…). Nah jadinya doi punya kanal paling banyak dech.
#untuk indramgl
Kapasitas tiap BTS selalu disesuaikan dengan pertumbuhan user/pelanggan yang dilayani. Kalo BTS melayani daerah rural ato pedesaan, ya tentu kapasitas yang ditawarkan cuman standar alias kecil ajah, 1 TRU cukup lah untuk tiap sektor hehe
Tapi untuk BTS yang melayani daerah perkotaan, beda lagi dunk. Tentunya perlu penambahan kapasitas karena jumlah pelanggan dan user yang dilayani semakin banyak. Kira2 seperti itu gambarannya. Untuk mengurangi susahnya re-use frekuensi, 3 operator GSM terbesar masih memiliki pita DCS-1800 untuk men-support kebutuhan..
Semoga membantu bukan malah bikin puyeng kepala…
Mari berdiskusi dan saling membantu
Salam,
mas mau tanya neh, tp sebelum aku menanyakan sesuatu tentang seputar GSM system, salam kenal ya…..
nama ku MEHINDRIMAWAN and biasa dipanggil mawan aja
sekarang aku bekerja disalah satu subcon untuk operator telekomunikasi di jakarta,bag.drivetest 2g,tempat tinggalku di tg.priuk jak-ut.nah itulah sekilas info tentang saya hehe…
yang mau aku tanyakan adalah apa fungsi dari hoping chanel pada system 2g?????
mohon penjelasannya ya masss…..
soalnya aku rada nda mudeng neh…..
thex b 4 atas penjelasannya
Tolong dijelasin mengenai sistem jaringan teknologi Seluler GSM……………thank
@ Mas Fae
Maksud Anda minta dijelasin sistem jaringan teknologi seluler GSM gimana nih..
Wah luas juga lho
Mungkin besok saya buat sedikit uraian secara umum aja yach
@mawan
HSN biasa disebut Hopping Sequence Number adalah semacam pola/urutan yang digunakan pada hopping channel. Dalam GSM ada dua tipe hopping channel frekuensi, cyclic dan pseudo-random. Nah urutan frekuensi yang digunakan berdasarkan pada nilai HSN dan juga MAIO (Mobile Aloccation Index Offset). Masih bingung? Coba googling lagi tentang HSN dan MAIO yach
Salam,
biar mbah tapi masih muda and keren lhoo..
tambahan buat mas indramgl:
jumlah pelanggan yg dpt dilayani dalam satu sektor bts tergantung jumlah tru ( spt kata mas riyantoro ).
Satu TRU mampu melayani 8 pelanggan. Perlu diketahui bhw setiap sektor selalu butuh 1 ch khusus namanya BCCH dan minimal 1 chanel khusus namanya SDCCH, shg kapasitas tersebut berkurang 2, menjadi 6 pelanggan. Itu untuk konfigurasi 1x1x1 ( setiap sektor 1 TRU)
Untuk konfigurasi 2x2x2 ( setiap sektor 2 TRU ) TRU kedua semua di gunakan utk pelanggan yaitu 8 channel. shg satu sektor untuk konfig 2x2x2 adalah 6+8 = 14 pelanggan.
1 bts ( umumnya 3 sektor ) maka jumlah pelanggan yg dpt dilayani adalah 3 x 14 = 42 pelanggan
demikian mudah2an membantu….., klo salah mhn dikoreksi
Yup, terima kasih banyak atas penjelasan dari Mbah
Semoga makin membantu yach..
Jumlah TRU yang digunakan akan disesuaikan dengan trafik di jaringan tersebut, so BTS di kota besar akan menggunakan minimal 2 TRU untuk 1 sektor, itupun biasanya masih di tambah dengan pemancar DCS untuk menambah kapasitas sistem.
Itulah sebabnya kalo kita perhatikan tower sebuah operator seluler (GSM dulu yach), di kota besar akan terdapat banyak antena dalam 1 BTS, padahal gak ada operator laen yang numpang. Hal ini bisa dijelaskan karena ada 3 antena GSM, 3 antena DCS, dan 3 antena 3G
Itu belum ditambah dengan antena untuk transmisi
Ruwet yach? hehe
Mas riyantoro bisa gak bantu jelasin terjadinya proses panggilan dari MS yg pake GSM ke MS yg pake CDMA? urut2annya gitu…
mas bisa minta alokasi frekuensi operator gsm dan cdma di indonesia gag?????
tolong kirimin ke emailku ya…..
trims bgt…….
@Maw
kl g salah,…(berarti bener :p )
MS GSM –>BTS GSM–>BSC GSM–>MSC GSM –> GSMC GSM –> GSMC CDMA –> MSC CDMA –> BSC CDMA –> BTS CDMA –> MS CDMA
@tole
band frekuensi GSM adalah 25Mhz (uplink :890-915), dan masing2 channel = 200Khz, sehingga total ada 125channel(25Mhz / 200Khz)
125 channel(kanal) tsb dibagi2 untuk 3 operator,
50 untuk isat
37.5(37) untuk tsel dan xcel
nah untuk urutan kanalnya tinggal diurut…
indosat kanal 1 – 51, telkomsel 52-88, dst…
@mawan
frekuensi hoping itu artinya “loncat2″ frekuensinya(kanal). Misal sektor 1 BTS A milik indosat bekerja pada kanal pertama(Uplink : 890.0-890.2Mhz),..dengan teknologi frekuensi hoping, BTS sektor 1 BTS A tsb dapat berpindah kanal, ….
misal BTS tsb hoping ke kanal 2(pindah ke kanal 2) pada frekuensi 890.2-890.4Mhz(Uplink). Tapi teknologi frekuesi hoping ini SFH(shintesiser frekuensi hoping) masih menjadi masalah, karena menurut regulasi yga ada setiap sektor harus memancarkan frekuensi sesuai dengan ijin yg diberikan(1 kanal).
ref : http://mobileindonesia.net/2008/04/25/pemerintah-ada-potensi-bhp-frekuensi-yang-tidak-dibayarkan-operator-x/#comment-1131
salam
Dimas Tunggul W
mas Riyan mau nanya neyh..
kalo coding scheme di edge sama di gprs koq beda yah?
pengen tau neh perbedaanya per timeslot untuk GPRS ama EDGE n perhitungan kecepatanya juga mas…’
n pengen tau juga fungsi chippering pada proses call flow..
thx n salam kenal…
Emang beda, makanya speed yang dihasilkan juga berbeda to..
Coba dech cek di TEMS, pas kita DT dengan EDGE dan GPRS pasti coding sceme beda..
membaca artikel2x mas riyan aku seneng buanget, jelas aku merasa makin bertambah pengetahuanku….
n sekarang aku mo nanya nee ma mas riyan….
boleh khan..?????????
kalo instalasi tems di sony ericsson k8oo tuch… gmana ya caranya……
soalnya aku pengen punya tems di haPE ku…..
thx n salam kenal……………………….arikin, pontianak.
*
Aduh Bro thanks
Ayo sama2 belajar, sayah juga newbie koq :p
well, setauku TEMS itu gak bisa diinstall seenak kita sendiri
Ada sih yang bisa install tapi itupun HP tertentu aja
Setauku yang bisa TEMS dan pernah aku pake baru SE T610, SE Z800, Nokia 6230
Masih ada beberapa HP laen tapi aku belum pernah coba
Mahal lho beli HP dengan OS TEMS hehehe
Salam,
yupzzzzzzzzzz………….
tu dia masalahnya, kemarin aku pernah coba instal tems menggunakan setool2lite v1.11, dengan firmware :
K800_R1B_FS_TEMS_BROWN49.fbn
K800_R1B_MAIN_TEMS_BROWN49.mbn.
hpnya ya seperti biasa se….
waktu di hidupkan menampilkan tems gitu..
tapi ya itu, didalamnya ga ada temsnya..
aku juga binggung…. trus aku gunakan xs++ v3.1 (Darwin), untuk menjelajah systemnya, didalamnya juga ada dir tems…..
sulit juga ya……….hehehehehe….
Buat Mas Arikin
Boleh minta file
K800_R1B_FS_TEMS_BROWN49.fbn
K800_R1B_MAIN_TEMS_BROWN49.mbn
Terima Kasih
Carrier spacing ko gede bgt (200MHz)?
mas tanya yach…
tuh kan pembagian GSM, klo DCS ma 3G gimana, tsel, Isat, XL?
sp yang dapat BW paling besar..?
trus hubungan 200 kHz per kanal dengan 8 timeslot tu gmn ya.. standar aja atau ada mappingnya alias itung2anya ya…
mz jawaban bisa kirim ke email?
thanks
erdonny1@yahoo.co.id
D__Armitro
Salam kenal all, kbetulan gw juga berkecimpung di dunia Telco, walau masih baru, maka daripada itu senang rasanya ketemu oBrol2 di sini gtu weks..
mas Riyan Yg dimuliakan ( karena sudah mau membagi ilmu), mau nanya donk, mengutip dari penjelasan mas riyan yang ada di paling atas “Dalam teknologi GSM, pengguna jasa yang sedang melakukan pembicaraan akan diberi alokasi 1 slot kanal untuk melakukan pembicaraan. Hal ini memungkinkan kita memiliki kanal sendiri saat sedang berbicara tanpa bisa diganggu oleh pengguna lain. Namun, dengan demikian maka jumlah kanal yang tersedia akan terbatas dan berakibat jumlah pembicaraan (user) yang mampu dilayani oleh suatu BTS akan berjumlah tertentu.”
maka sy berniat bertanya?? apakah seperti dijelaskan kawan2 lain bahwa (Bts config=2+2+2) berarti 8 time slot/ts.
“Untuk konfigurasi 2×2×2 ( setiap sektor 2 TRU ) TRU kedua semua di gunakan utk pelanggan yaitu 8 channel. shg satu sektor untuk konfig 2×2×2 adalah 6+8 = 14 pelanggan.1 bts ( umumnya 3 sektor ) maka jumlah pelanggan yg dpt dilayani adalah 3 x 14 = 42 pelanggan”.
1. jadi apakah benar jika dalam 1 bts 42 pelanggan bisa menelpon bersamaan (dalam satu waktu yg sama) maka pelanggan ke 43 terjadi network busy?
2. lalu jika 42 pelanggan sedang bertelepon ria, maka saya sbg pelanggan ke 43 tapi tidak dalam waktu yg sama apakah proses panggilan saya bs berhasil???
Mohon diberikan secercah harapan atas terjadinya pertanyaan saya ini, mohon maaf atas ketidak tahuannya….
salam Knal Om Riyan (semoga bukan riyan “Jombang”)
“Mari berbagi”
Selamat siang mas!!
Maaf ni beru ikut bentar dah minta2 hehehe
Mas punya ga perhitungan pembangunan tower baru dan bagaimana gambaran riil keteka kita membuat toer baru
@ mas riyanto
mas konfigurasi 2+2+2 yang di pake itu mungkin FR (full rate) makanya semua kanal terisi penuh…sekarang kan para operator pakenya kebanyakan HR (half rate) jadi kualitas mereka jadi diturunkan…memang klo kita sebagai penelepon yang ke 43 maka si hempon kita akan muncul tulisan “network busy” hehehe tapi jarang2 kan semua kanal terisi penuh dalam waktu yang bersamaan dan dengan bts yang sama pulak…ada gsm dan dcsnya yang serving (kebanyakan operator sekarang..)hehehe mohon tambahannya
@danang armitro (heheh ketemu loh..hheheh B)
Selamat siang….salam kenal…
mo ikutan nanya ya mas,,
Di atas disebutin istilah Full Rate dan Half Rate,
“…sekarang kan para operator pakenya kebanyakan HR (half rate) jadi kualitas mereka jadi diturunkan….” maksudnya gimana ya?
Misalnya 1 TRU (8 channel) pake half rate brarti = 16 pelanggan?
Trus ada lagi istilah Adaptive Multi Rate (AMR)….maksudnya gimana?
Mohon pencerahannya……
makaci..makaci….
assalamualaikum,
salam kenal, sekalian mau ngerepptin, bagaimana cara kerjanya converter E1/Eth?
terimakasih
Hi boss arikin..
bs mnta file
K800_R1B_FS_TEMS_BROWN49.fbn
K800_R1B_MAIN_TEMS_BROWN49.mbn
g..???
PM jg bs,
ato kpd bos ariyanto, bs mnt email si boss arikin..??
thanks berat yaaa……
untuk alokasi frekuensi 3G masing – masing operator bagaimana mas?
Sorry Bro
Untuk sementara aku belum punya data lengkapnya
Gak ada rekan dari Balmon di sini yang bisa kasih data yach?
ass.
klo blh thu apasih bedanya antara cdma & gsm.
teknologi dan frekuensi yang digunakan berbeda
kapasitas dan flexibilitas juga berbeda, jangkauan otomatis berbeda karena frekuensi yang digunakan berbeda hehe
Ada yang mau nambahin gak?
mas mw tanya. apa yg harus dilakukan agar RxQual dan SQI pada Site A jd bagus. untuk Site A aja. matur nuwun
RxLevAMin ditinggiin aj
Jadi yang bisa access ke network cuman pelanggan yang bener2 bagus RxLevelnya
Tapi imbasnya pelanggan pasti komplain karena sinyal ada 1-2 bar tapi gak bisa call/sms hehe
Kalo standalone gitu, kalo ada neighbour, coba mainin border sama BTS tetangga/neighbour Bro..
salam kenal and numpang tanya ya maz..
kalw BCCH dan ARFCN itu secara fungsi sama ga??klw SMS tidak menggunakan time slot, lalu peosesnya seperti apa??
maz jwbnya bs krm lewat email??
thank’s berat nih..
nto_yan@yahoo.com
yup sama
sms cuman pake signalling, istilahnya cuman numpang lewat sebentar jadi cuman pake SDCCH aja, bukan TCH
bos,,boleh ikutan nimbrung gak???
q mw tanya nih… Dalam 1 Bts kan gak semua dipakai oleh satu operator/ dengan kata lain, 1 bts bisa rombongan operator… kalo gt pembagian kanal gmn??
apa jml tx_nya jg ikut ditambah???
mohon ilmunya…
mungkin maksudnya 1 tower gak cuman berisi 1 operator yach?

Karena klo kita bilang BTS maka maksudnya 1 perangkat BTS..
Tiap operator sudah memiliki alokasi frekuensi sendiri-sendiri sesuai yang dialokasikan dan disewa ke negara
CMIIW
mas… mas.. kog isinya pertanyaan.. jawabannta mana yach..
turut menyimak… sukses selalu
hehe jawab dikit2 Mas..
Kadang gak sempet update terus tiap hari dan aku juga nunggu master2 laen sebenernya untuk comment
Mongg dilanjut diskusinya
mas klo scra menghitung kualitas SQI scra perhitungan gmn y?
mas Rian (slam kenal)…
mau membahas masalah Full traffic yang di atas tadi….
apabila dalam satu BTS udah memakai konfigurasi yang penuh (4x4x4 + DCS), akan tetapi masih sering terjadi network busy (susah nelp)…
apa sebabnya???
apakah ini udah menyangkut kapasitas TRAU atau pun di sisi MSC nya yang OVerLoud……………..
Mhon Penjelasannya Mngenai kapasitas di MSC ??????????
thanks sharingnya,,,,,
di tunggu lho mas…………
untuk konfigurasi tergantung jumlah frekuensi yang dimiliki operator dan merk perangkat yang dipake (BTS)
Untuk beberapa vendor dengan frekuensi yang memungkinkan, DCS sudah bisa menggunakan konfigurasi 12/12/12 sekarang.
Untuk GSM dengan hopping SFH memang maksimal hanya 4/4/4, tetapi kalo masih kurang dan tidak ada neighbournya, bisa disetting 6/6/6 dengan hopping BaseBand tetapi kurang direkomendasikan selama ini untuk BTS di daerah rame (ada neighbour)
CMIIW, lanjut diskusinya…
Salam Knal ya bro…
Menanggapi utk mbah marsudi dan mas Riantoro.
diatas menerangkan bahwa 3 antena Gsm, 3 antena dcs, 3 antena 3G, total antena 9…..Kita bahas masalah GSMnya. tp kadang kalau saya lihat di beberapa tower ada lebih dari 9 antena sector, katakanlah 12 antenna sector…..jadi confignya 8+8+8, biasanya 1 RBS full confignya 4+4+4, kalau confignya 8+8+8 ditambah 1 RBS lg, biasanya disebut sebagai SLAVE. jadi ada 2 Module RBS. RBS 1 disebut Master RBS 2 disebut Slave.
Yang Jadi Pertanyaan saya, apakah config 8+8+8 total pelanggan menjadi pertambah atau tetap 42 pelanggan. thx ya bro…..
dengan konfigurasi yang semakin besar, tentunya jumlah pelanggan yang mampu dilayani akan semakin banyak Bro..
Nambahin untuk Mas Irza:
Network Busy bisa diurut dia blocking di sisi mana
1. Air Interface (BTS ke MS Pelanggan)
2. Abis Interface (BTS ke BSC)
3. Ater Interface (BSC ke TRAU)
4. A Interface (TRAU ke MSC) jika menggunakan TRAU
Ada vendor yang memungkinkan perangkatnya tidak menggunakan TRAU dengan catatan MSC dan BSC co-located(ada di lokasi yang sama)
Dari uraian interface di atas, harus dicek di sisi mana blockingnya dan dicarikan solusi.
Salam
buat mas ryan..
mau nanya tentang rx level min. macro dan microcell berapa ya untuk 1 km (makro) dan 100 meter (micro) di daerah urban (perkotaan)?
terimakasih
[...] (sumber : http://riyantoro.wordpress.com/2007/05/28/teknologi-gsm-global-system-for-mobile/) [...]
Mas, numpang tanya, Logika Cara perhitungan SQI gimana yah?
mas numpag tanya kalo configuration 3+1 itu seperti apa yha ?
apakah sama dengan 1+1 . ?
terima kasih mas ?